doa-doamu yang tadi mengetuk pintu
saat adzan subuhku berlalu
masih
ku nikmati peluhmu mengeja rasa sabar itu..
sedangkan rasa
ikhlasku sembunyikan dengan diam membatu
sampai lidah dan sajakku
membiru
oleh sifat takdzimmu,
biarkan mereka tahu
baris2
puisi ini takkan lagi bercerita tentang haru sendu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar