Halaman

Jumat, 28 Oktober 2011


doa-doamu yang tadi mengetuk pintu
saat adzan subuhku berlalu
masih ku nikmati peluhmu mengeja rasa sabar itu..
sedangkan rasa ikhlasku sembunyikan dengan diam membatu
sampai lidah dan sajakku membiru
oleh sifat takdzimmu,
biarkan mereka tahu
baris2 puisi ini takkan lagi bercerita tentang haru sendu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar