Pada detik ke seratus aku tinggalkan ruanganku yang berdebu
mengikuti arus angin di semua penjuru
kota yang makin lama pecahkan diamku
pada selembar rupiah terbilang seribu
ku terjangkan niatku mencari irama madu
di ramai mall indramayu
melepaskan mata liarku menembus gadis2 minim berbaju
kuras semua dahagaku tentang malam yang kelabu
entahlah,
mereka cuma sosok pengganggu
(pikirku)
lama aku lekatkan lamunku di jaket warna biru
seakan aku benar2 malu
dengan sendiriku yang lama belagu
ah,
ku lepaskan saja hidangan berbalut nafsu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar