Di sajak subuh yang sepertinya berjalan mundur,aku merindu dengan amarahku
bayanganmu yang berlalu lalang mengganggu sepiku yang membisu
tawamu kian riuh injak harga diriku
malam mulai menghilang
terpaksa ku akui ditepian subuhku menyambut kekalahanku
tak ada percik semangat membuatku kembali hidup
suarakan lagu2 kesedihan dan rintihan
semuanya terkubur di ruangku yang tak lagi berbunyi
ataupun berpenghuni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar