Halaman

Selasa, 22 Maret 2011

raga yang merintih

Sebenarnya aku tak mampu pergi untuk melupakan senyum
kata dan kalimatmu menggurat dalam dinding jiwa

Sebenarnya aku ingin membencimu
tapi aku malah terhenti di garis bayanganmu

Andai saja aku bisa membencimu seketika
pasti telah kulakukan dari dulu mengenal jasadmu yang bernyawa lima
kau mati berkali-kali hantui ruangku yang terlanjur hitam berjelaga

andai saja aku mampu...
aku akan selalu menganggapmu tak pernah tak pernah ada
menulis puisi atau kata yang sesakkan makna..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar