Sebenarnya aku tak mampu pergi untuk melupakan senyum
kata dan kalimatmu menggurat dalam dinding jiwa
Sebenarnya aku ingin membencimu
tapi aku malah terhenti di garis bayanganmu
Andai saja aku bisa membencimu seketika
pasti telah kulakukan dari dulu mengenal jasadmu yang bernyawa lima
kau mati berkali-kali hantui ruangku yang terlanjur hitam berjelaga
andai saja aku mampu...
aku akan selalu menganggapmu tak pernah tak pernah ada
menulis puisi atau kata yang sesakkan makna..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar