Halaman

Jumat, 18 Maret 2011

Sajak untuk adikku

Saat keindahan itu ada

kau akan terus tertawa bahagia

sedangkan ketulusannya entah tak lgi bicara

pada kepasrahan yang tergeletak tak berdaya



lamunmu terus bertanya

kenapa harus kau temui tembok penuh rahasia?



meski dukamu berteriak resah

aku coba menepuk bahumu yang sebelah

kataku,"bangkitlah,kau tak harus lemah!"



biarkan tangismu menjadi gerimis

yang terlihat dan terasa manis



kalaupun dia terjatuh,tak ada suara mengeluh

meski harapanmu telah runtuh

...

...

aku akan bernyanyi. .

tidurlah. .

akan aku

rengkuh kau penuh, bermimpilah. .

lelah telah sunyi, seluruh gemuruh

dan

marah-lelah, setiap hari akan punah terlumat waktu, rebah di tengah rumah. .

aku tak pernah lelah mendampingimu,

di sini(meski tanpa raga dan jiwa)

berakhir dengan menutup sedihmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar