Kamar pengap dan puluhan baju yang teronggok di sudut2 meja
bantalpun telah lusuh dan basah oleh airmata
semua detik berganti menit menjejak setiap kata
tak mungkin ku tebak arah bicara
Entah,kemana aku harus mengeja
stiap episode tentangnya
sedangkan,
sedalam apapun kugali kubur dan menimbun cerita
tetap saja aku sendiri bersuara,
"kau tak berguna,tak lagi peka.isyaratku kini telah reda"
dia hanya terdiam
saat kembali kupandangi wajah lugumu
"kemana harus aku bicarakan babak2 tentangmu hari ini? "bisikku di bingkai fotonya
aku takkan jera
menguliti setiap makna
aku terlanjur kalah oleh bahasa
yang indah mengukir di setiap file terakhir
biarlah keyboard dan line,,bukti bahwa kita pernah bersama
setidaknya di alam maya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar